Bahaya Racun dalam Rokok

bahaya-merokok

Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. Beberapa kandungannya bisa dilihat pada gambar di atas.

Sudah jelas, bahwa rokok adalah sesuatu yang menimbulkan keburukan pada tubuh seseorang. Bahkan dokter-dokter dari barat yang non muslim pun mengatakan bahwa rokok adalah buruk. Sehingga tidak salah jika sebagian besar Ulama’ mengharamkan rokok, sesuai ayat berikut :

Dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (Al-A’raaf: 157)

Wallaahu a’lam

Iklan

Kelak Tuna Netra Dapat Melihat dengan ‘Mata’ Ini

MELBOURNE — Sekelompok ilmuwan dan perancang industri Autralia menerbitkan perkembangan mutakhir mata bionik pertama mereka di dunia, alat yang bisa membantu ribuan orang yang dalam kegelapan melihat bentuk dan cahaya lagi, demikian laporan media setempat, Sabtu.

Penerima mata bionik itu diharapkan bisa melihat bagan dasar yang terdiri atas cahaya melalui sepasang kacamata yang berbentuk seperti “Google Glass”.

Mata bionik tersebut mengambil gambar dan keterangan dari kamera digital yang dilekatkan padanya dan memproses semua itu menjadi sinyal, yang akan dikirim nir-kabel ke satu mikrocip yang dipasangkan di otak penerima.

Gagasan dasar mata bionik ialah memintasi mata yang rusak dengan mengirim sinyal pandangan langsung ke otak melalui hubungan nir-kabel.

Mark Amstrong, pemimpin Monash University Bionic Eye Industrial Design Team, mengatakan kepada media setempat dengan pelaksanaan klinik dimulai tahun depan, mata bionik diharapkan memberi pandangan kepada mereka yang benar-benar kehilangan daya pandang mereka.

“Sinyal disalurkan nir-kabel dari apa yang disebut koil, yang dipasang di belakang kepala dan di dalam otak ada cangkokan yang terdiri atas serangkaian alas keramik dan pada masing-masing alas keramik terdapat elektroda mikroskopik yang sesungguhnya dilekatkan di dalam jaringan visual otak,” kata Armstrong.

“Ini adalah cangkok kortikal pertama di dalam tubuh manusia dengan hubungan nir-kabel,” kata Profesor Arthur Lowry, pemimpin proyek itu dari Monash Vision Group, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Sabtu (8/6) malam.

“Sedikit informasi buat seseorang yang tak memiliki daya pandang sama sekali sangat bermanfaat,” katanya.

Dengan teknologi baru itu, orang yang mengalami kebutaan tak perlu lagi memiliki lubang permanen untuk menarus kabel bagi hubungan prosesor di kepala, ia menambahkan.

Menurut para perancang dan peneliti, mata bionik tersebut diperkirakan berpotensi membantu lebih dari 85 persen orang buta.

Tantangan yang dihadapi perancang industri ialah memastikan bahwa kacamata itu sangat ringan, mudah disesuaikan dengan berbagai ukuran kepala dan membuat orang yang menggunakan alat tersebut menjadi merasa nyaman.

Sumber : Republika.co.id

DIBALIK PENCIPTAAN GUNUNG

gunung-agung-volcanoKetika berbicara tentang gunung, banyak hal akan terlintas dalam benak kita, di antaranya gunung api yang meletus dengan dahsyatnya. Kekuatan letusan gunung berapi mampu menimbulkan gempa hebat, gelombang tsunami, maupun muntahan lahar yang meluluhlantakkan apa pun yang diterpanya…

 

Namun, apakah ini berarti bahwa ketiadaan gunung akan menghilangkan bencana alam yang kerap kali menelan korban jiwa ini, dan menjadikannya lebih aman untuk dihuni? Fakta menunjukkan sebaliknya. Bumi yang rata akibat ketiadaan gunung ternyata justru akan menghancurkan segala yang ada. Baca lebih lanjut

NASA Temukan Sistem Planet Kecil

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Para ilmuwan yang tergabung dalam misi Kepler Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu, menemukan sistem planet baru yang menjadi rumah bagi planet terkecil yang pernah ditemukan.

NASA mengumumkan bahwa planet-planet tersebut berada di satu sistem yang disebut Kepler-37, dengan jarak kurang lebih 210 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di Rasi Bintang Lyra.

Planet terkecil yang dinamakan Kepler-37b, berukuran sedikit lebih besar dari Bulan, atau sepertiga ukuran Bumi.

Planet tersebut lebih kecil daripada Mercury sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk menemukannya.

Para astronom memperkirakan Kepler-37b tidak mempunyai atmosfer yang mendukung kehidupan, dan sebagian besar terdiri atas bebatuan.

Sementara itu, Kepler-37c, planet terdekat dari Kepler-37b, berukuran sedikit lebih kecil dari Venus, atau kira-kira tiga per empat ukuran Bumi. Sedangkan Kepler-37d, yang merupakan planet terjauh di sistem tersebut, mempunyai ukuran dua kali lebih besar daripada Bumi.

Bintang di sistem Kepler-37 mempunyai kelas yang sama dengan matahari di tata surya kita walaupun suhu bintang tersebut sedikit lebih rendah dan berukuran lebih kecil.

Ketiga planet di sistem planet tersebut mengorbit bintang itu dengan jarak kurang dari jarak Merkurius ke Matahari sehingga para ilmuwan menyimpulkan planet-planet tersebut mempunyai suhu yang sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan.

Suhu permukaan planet yang membara tersebut diperkirakan mencapai 800 derajat Fahrenheit atau 700 derajat Kelvin sehingga cukup panas untuk melumerkan kandungan zinc atau timah sari di uang logam.

Sementara Kepler-37c dan Kepler-37d berturut-turut mengorbit setiap 21 hari dan 40 hari.

Wahana antariksa Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet-planet berukuran mirip dengan bumi yang mengorbit bintang.

Kepler mencari dunia yang berada sangat jauh dengan cara mendeteksi fenomena “transit”, yaitu meredupnya bintang karena ada planet yang melintas di depannya.

Tinggi rendahnya tingkat keredupan bintang dapat dihitung untuk menentukan besar kecilnya planet dibandingkan dengan ukuran bintang tersebut.

Sumber : Republika.co.id

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) dia Hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah : 117)

Hati-hati, Gunakan Laptop Malam Hari Bisa Picu Depresi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bagi Anda yang hobi gunakan laptop atau tablet pada malam hari sebaiknya mulai berhati-hati. Pasalnya, menurut sebuah studi baru di jurnal Nature, aktivitas itu bisa meningkatkan risiko depresi bagi penggunanya.

Peneliti menemukan bahwa terpapar sinar terang pada malam hari meningkatkan jumlah hormon stres pada tubuh yang memicu kondisi tersebut serta mengurangi kemampuan untuk belajar. Baca lebih lanjut

Hati-hati, Nonton TV Bisa Perpendek Umur

Bagi anda yang hobi nonton TV, sepertinya harus mengurangi kebiasaan itu. Sebab sebuah penelitian menunjukkan, menonton TV dapat memperpendek umur.

Seperti dikutip dari Genius Beauty, penelitian ini dilakukan di Australia. Peneliti Australia mempelajari dan membandingkan kondisi kesehatan orang yang menonton dan tidak menonton TV sama sekali.

Hasil riset tersebut menunjukkan dengan menonton TV tiap sejam maka akan memperpendek umur selama 22 menit pada orang berusia lebih dari 25 tahun. Jika diasumsikan, nonton TV selama enam jam sehari, maka hal itu akan memperpendek umur selama lima tahun. Para peneliti menilai bahwa nonton TV memiliki efek yang sama buruknya dengan merokok, tidak beraktivitas, dan makan berlebih.

Lantas, apakah anda perlu menyetop untuk menonton TV? Dokter menyarankan untuk mengimbanginya dengan berolahraga, seperti sepeda stasioner atau treadmill di depan TV. Penelitian serupa juga pernah dilakukan di Harvard, Amerika Serikat oleh AC Nielsen. Riset di Harvard ini juga menarik kesimpulan yang sama.

 

Sumber : Republika.co.id