Samir Nasri: Islam Agama Sempurna

MANCHESTER — Gelandang Manchester City Samir Nasri memberikan petuah terkait agama yang dianutnya, Islam. Entah karena sering disudutkan lantaran menjadi seorang Muslim, Nasri tiba-tiba mengunggah foto terbaru lewat akun instagramnya, @sn8_official. Baca lebih lanjut

Iklan

Jangan Ragu Berhijab dan Bercadar di Perancis

indexz

Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha perancis (keturunan AlJazair) yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia.

Sebagaimana kita tahu perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda.

Maka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar. Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar: “Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.

Beberapa media melansir foto milyarder yang istrinya juga mengenakan cadar ini keluar dari kantor polisi dengan menegakkan kepala (jauh dari kerendahan) seusai membayarkan denda bagi 2 muslimah yang terkena denda.

Atas perannya ini, Syekh Al-Khuwainy mengibaratkannya sebagai “Satu orang yang mengalahkan satu Negara”. Semoga Allah Ta’ala merahmati Rasyid Nikaz dan hartanya di dunia-akherat.[fb/im]

Sumber : http://www.islamedia.web.id

Alhamdulillah.. Hamburg Akui Islam sebagai Agama Resmi

REPUBLIKA.CO.ID, HAMBURG — Pemerintah Hamburg baru-baru ini mengakui Islam sebagai agama resmi di negara bagian Jerman itu. Wali kota Hamburg, Olaf Scholz, dan perwakilan dari tiga organisasi Muslim terbesar –Syura, DITIB dan VIKZ– menandatangani surat keputusan bersama pada Selasa (14/11).

Kesepakatan yang diteken di Balai Kota tersebut menjelaskan hak dan kewajiban dari 130.000 Muslim di Hamburg. Scholz menggambarkan kesepakatan itu sebagai tonggak sejarah di dalam negeri.

“Kesepakatan ini merupakan ekspresi penghormatan terhadap kaum Muslim,” tutur wali kota Hamburg.

Perwakilan DITIB Hamburg, Zekeriya Altug, menggambarkan perjanjian itu sebagai momentum bersejarah bagi muslim dan Hamburg. Dengan kesepakatan itu, kota Jerman itu secara resmi mengakui hari libur Islam sehingga karyawan Muslim dan siswa dapat merayakannya di rumah.

Kaum Muslim juga akan diberikan hak untuk melaksanakan penguburan sesuai dengan keyakinan mereka. Selain itu, siswa Muslim akan mendapatkan pelajaran tentang Islam di sekolah-sekolah negeri.

Perwakilan komunitas Muslim juga sepakat untuk mengakui nilai-nilai dasar konstitusi untuk menunjukkan rasa hormat kepada sudut pandang agama dan politik lainnya serta kesetaraan gender.

Hamburg menjadi model bagi negara bagian lainnya yang akan mengakui Islam sebagai agama resmi, disamping agama-agama lainnya.

 

Sumber : http://www.republika.co.id – Dunia Islam

Militer Khalifah Utsmaniyah Di Pasukan Diponegoro

Oleh Ustadz Fahmi Suwaidi

Struktur Militer Utsmani dalam Laskar Diponegoro

Penjajahan Belanda di Nusantara selama 350 tahun tidaklah berlangsung dengan mulus tanpa perlawanan. Bangsa Muslim yang memiliki kehormatan dan harga diri ini tak henti-hentinya melawan. Jihad mempertahankan negeri dari serangan penjajah kafir adalah jalan hidup mereka semenjak dahulu kala. Tapi siapa sangka, ternyata pengaruh khilafah Utsmaniyah sangat besar di dalamnya. Baca lebih lanjut

Memakai Jilbab, Seorang Muslimah Dilarang Masuk Bank

AMERIKA SERIKAT, muslimdaily.net – Menyatakan bahwa jilbab tidak sesuai dengan kebijakan bank, seorang wanita Muslim berjilbab di Amerika telah diminta untuk meninggalkan bank di Tulsa setelah menolak untuk melepas jilbabnya, kebijakan yang secara luas dikritik oleh kelompok-kelompok Muslim di Tulsa.

“Saya kira ada perbedaan yang sangat jelas antara sesuatu seperti topeng ski, dan sesuatu seperti jilbab,” kata Jillian Holzbauer bersama Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah Oklahoma, kepada KJRH-TV, sebagaimana dilansir onislam.net, Jumat 9 NOvember.

“Kami memahami kekhawatiran kepastian keamanan. Itulah sebuah bank, itu pasti menjadi perhatian besar,” tambah holzbauer.

Mengunjungi Valley National Bank yang berada di Tulsa, Jillian Holzbauer ingin melakukan transaksi untuk bisnisnya. Namun, setelah memasuki bank, dia dipanggil karena berjilbab. Pejabat bank mengatakan wanita ia akan membutuhkan pendamping jika dia tidak ingin melepas jilbabnya. Menolak untuk melepas jilbabnya, wanita itu memutuskan untuk pergi dari bank tersebut. Holzbauer mengatakan ia kemudian menghubungi mereka untuk mengajukan keluhan.

Menurut Holzbauer tindakan seperti itu merupakan diskriminasi karena tidak diterapkan kepada semua pelanggan.

Bank itu menjelaskan bahwa mereka memiliki aturan kepada pelanggannya untuk melepas topi, kerudung maupun kacamata bila memasuki bank. Aturan itu ditempelkan di pintu masuk bank. Bank menambahkan mengadopsi kebijakan dari Asosiasi Bank di negara bagian Oklahoma untuk mengurangi kejahatan.

“Ini kebijakan OBA yang diadopsi oleh Valley NAtional Bank, yang dirancang untuk melindungi karyawan dan pelanggan dari bahaya dari setiap orang yang memasuki bank yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasi,” kata CEO Bank, Brad Scrivner.

Kemudian, bank mengatakan mereka mengirim surat yang menjelaskan kebijakan tersebut untuk CAIR. CEO bahkan meminta alamat Jillian Holzbauer sehingga ia bisa meminta maaf karena membuatnya merasa “tidak diinginkan.”

 

– AlIslamu.com –